Mahasiswa KKN-T IDBU 42 UNDIP Kenalkan dan Praktikkan Aquaponik Sederhana Bersama PKK Desa Sukorejo
SRAGEN, 8 Agustus 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IDBU 42 Universitas Diponegoro (UNDIP) melaksanakan program kerja multidisiplin berupa pengenalan dan praktik pembuatan aquaponik sederhana bersama anggota PKK Desa Sukorejo, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa dalam memperkenalkan alternatif pertanian berkelanjutan yang sederhana, ekonomis, dan dapat diterapkan di lingkungan rumah dengan memanfaatkan barang bekas yang tersedia di sekitar masyarakat.

Aquaponik merupakan sistem budidaya yang mengintegrasikan pemeliharaan ikan atau akuakultur dengan penanaman tanaman tanpa tanah atau hidroponik. Dalam sistem tersebut, air dari wadah ikan yang mengandung nutrisi hasil metabolisme dan kotoran ikan dimanfaatkan untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Tanaman kemudian membantu menyerap nutrisi sekaligus menyaring air sehingga dapat dimanfaatkan kembali dalam sistem.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN-T IDBU 42 UNDIP memberikan edukasi kepada anggota PKK mengenai pemanfaatan sumber daya secara lebih efektif, sekaligus mengajak masyarakat melihat potensi barang bekas sebagai sarana yang masih memiliki nilai guna.
Dalam praktiknya, mahasiswa memanfaatkan dua galon bekas air mineral sebagai komponen utama aquaponik. Selain galon, peralatan yang digunakan antara lain ceting, keran, gerinda, serta bor atau paku.
Tahap pembuatan diawali dengan memotong bagian bawah galon pertama menyesuaikan diameter ceting. Selanjutnya, keran dipasang pada bagian tutup galon pertama.
Pada galon kedua dibuat lubang di bagian tengah sebagai akses untuk membuka dan menutup keran serta lubang tambahan yang berfungsi mendukung pembuangan air. Bagian atas galon kedua kemudian dipotong menyesuaikan ukuran leher galon pertama sehingga kedua galon dapat disusun menjadi satu kesatuan sistem.
Setelah seluruh rangkaian selesai, wadah tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sistem sederhana untuk budidaya ikan sekaligus menanam tanaman.
Program aquaponik ini juga berkaitan dengan sejumlah tujuan Sustainable Development Goals (SDGs). Pemanfaatan galon bekas mendukung SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, sedangkan integrasi budidaya ikan dan tanaman dapat mendukung SDG 2 tentang Tanpa Kelaparan melalui pengenalan alternatif produksi pangan skala rumah tangga.
Selain itu, pemanfaatan kembali air dalam sistem aquaponik sejalan dengan SDG 6 tentang Air Bersih dan Sanitasi Layak. Penerapan metode budidaya yang lebih hemat sumber daya juga memiliki keterkaitan dengan SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim.
Mahasiswa KKN-T IDBU 42 UNDIP berharap kegiatan tersebut dapat memberikan wawasan baru bagi anggota PKK Desa Sukorejo mengenai pemanfaatan lahan terbatas dan barang bekas untuk kegiatan produktif.
Selain memperoleh pengetahuan mengenai teknik pembuatan, peserta juga diajak memahami prinsip kerja aquaponik dan potensi pengembangannya sesuai dengan kondisi lingkungan, kebutuhan, serta sumber daya yang tersedia.
Pemanfaatan galon bekas menjadi media aquaponik menunjukkan bahwa barang yang sudah tidak digunakan dapat diolah kembali menjadi sarana produktif. Sementara itu, integrasi ikan dan tanaman dalam satu sistem dapat menjadi alternatif budidaya pangan yang diterapkan dalam skala rumah tangga.
Melalui program kerja multidisiplin tersebut, Mahasiswa KKN-T IDBU 42 UNDIP berupaya memberikan kontribusi nyata dalam mendorong kreativitas dan kemandirian masyarakat. Edukasi aquaponik diharapkan tidak berhenti pada kegiatan praktik, tetapi dapat dikembangkan secara mandiri oleh masyarakat sebagai bagian dari penerapan pertanian berkelanjutan dan pemanfaatan sumber daya yang lebih bijak.
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah sederhana Mahasiswa KKN-T IDBU 42 UNDIP bersama masyarakat Desa Sukorejo dalam mendorong terciptanya lingkungan yang lebih produktif, berkelanjutan, dan peduli terhadap pemanfaatan sumber daya di sekitar.
Penulis: Puji Rahayu, Leni Anggraini Suryaningum, dan Rizky Fasya Irawan
Dosen Pembimbing Lapangan: Dr. Ir. Cahya Setya Utama, S.Pt., M.Si., IPM
Erizal